Manfaat Positif Bloging Bagi Mahasiswa

06:13 0
Mahasiswa adalah usia produktif untuk pengembangan diri. Di usia ini sangat rentan dengan berbagai gejala penyakit. Penyakit untuk sukses, gagal, berperilaku positif/negatif, agamis, apatis, ateis, hura – hura, hiking, ilmiah, analisis dan masih banyak penyakit lainnya. Bahkan penyakit yang akut pun bisa timbul pada masa ini.

Menurut Albert Einstein “Cobalah untuk tidak menjadi orang sukses, tapi jadilah orang yang bernilai”.  Dan itu bisa dibangun pada masa masa mahasiswa. Berbagai penyakit bisa disembuhkan atau dicegah  dari keputusan kita sendiri. Dan penyakit diatas merupakan pilihan yang dibangun dari kebiasaan yang terlatih.

Prinsip dari Albert Einstein diatas bisa dijadikan panutan dan tombak awal untuk menjadi seorang bloger di usia mahasiswa. Tak harus menunggu sukses agar bisa berbagi ilmu, karena sukses hanyalah sebuah penilaian dari orang lain  dengan pertimbangan karya karya dan perbuatan perbuatan yang bernilai.  

Menjadi seorang blogger juga adalah penyakit yang positif. Karena ketika menjadi seorang blogger maka kita bisa bermanfaat langsung, baik bagi diri sendiri dan orang lain. Dalam berbagai postingan terdapat banyak sekali manfaat blogging, ada yang memanfaatkan untuk ladang bisnis, ladang amal dan ladang pembelajaran. Terkhusus bagi mahasiswa dari berbagai manfaat positif bloging berikut diantaranya :

1. Berbagi ilmu tanpa bertemu langsung.

Bloging adalah proses menulis gagasan yang menghasilkan artikel dan bermanfaat bagi pembacanya. Seorang akademisi seperti mahasiswa pasti telah memiliki berbagai ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari lahir hingga lulus sekolah menengah  atas/kejuruan. Dalam tahap hidup di usia sekolah formal selama kurang lebih 12 tahun, pasti banyak  transfer ilmu dari guru guru yang mengajar secara ikhlas. Sebagai siswa yang iklas menerima transfer ilmu ini, akan banyak hal baru yang ditangkap dan itu bisa kita bagikan kembali dari sudut pandang kit a sendiri. Ilmu yang dimiliki akan bernilai jika dimanfaatkan / diajarkan kepada orang lain. Jika kita berbagi maka ilmu yang dimiliki pun tidak akan berkurang malah sebaliknya, akan bertambah. Bloging adalah media yang sangat baik apabila seorang mahasiswa ada yang ingin membagi ilmu, tapi kurang percaya diri jika harus menjadi seorang guru di kelas (bertatap muka). Nah dengan bloging, tanpa bertemu secara langsung kita sudah bisa membagi dan membuat orang lain mengerti arah pikiran kita.

2. Menulis, jangan hanya bisa membaca

Manfaat bloging yang kedua adalah mampu menulis. Banyak dikalangan para akademisi yang sukses tapi punya kemalasan jika diminta untuk membuat sebuah tulisan. Dengan menjadi blogger di usia mahasiswa kita sudah belajar menulis gagasan. Jika semua buku yang ada di perpustakaan harus dibaca secara bergilir selama beberapa tahun, maka akan habis ilmu dari buku itu, dan terkumpul di dalam otak si pembacanya.  Jika isi buku itu berhasil transfer 100% ke dalam otak, maka apa yang harus dibaca jika tidak ada sebuah tulisan. Maka dari itu jadilah orang yang bisa membaca juga  handal dalam bidang menulis. Menulis juga sangat baik untuk dilatih, karena pada setiap semester akhir setiap  mahasiswa akan membuat skripsi yang isinya disusun dengan menulis.

3. Mampu menyimpulkan
Menjadi seorang blogger, akan menciptakan kebiasaan membaca dan menulis, tapi yang lebih utama adalah membaca. Karena salah satu dari ketiga inspirasi menulis dari Tere Liye adalah (1) melakukan perjalanan (2) bertanya pengalaman orang lain; dan (3) membaca.  Setelah membaca maka seorang blogger akan mampu memberikan kesimpulan dari apa yang dibacanya, untuk selanjutnya dituangkan dalam tulisanya dan gagasan yang diungkapkan kepada orang lain. Terkadang setelah membuat sebuah tulisan, sebagai bahan referensi buat diri sendiri, para blogger akan menyimpulkan sendiri apa inti dari tulisannya.

4. Mencari penghasilan
Dalam blogging, ada beberapa mahasiswa yang memanfaatkan untuk ladang bisnis demi memperoleh penghasilan. Pada dunia blogger, ada sebuah jurus ampuh untuk memperoleh uang dari hasil tulisan di blog. Jurus itu adalah google adsense (pengiklanan google). Kita bisa membuat google untuk memasang iklan di blog, dengan cara menarik hatinya dengan tulisan tulisan yang menarik dan bermanfaat untuk orang lain. Selain iklan dari google kita juga bisa memanfaatkan blog sebagai media penjualan online.

5. Membuat bacaan online
Tanpa disadari, beberapa postingan yang dibuat secara terus menerus dan update akan menjadi sebuah buku online. Untuk jaman android seperti saat ini, akan membuat mahasiswa malas berdiri lama lama di depan mading (majalah dinding kampus) maka dengan informasi yang dibuat oleh para blogger akan membuat sebuah bacaan online yang membuat kenyamanan bagi para pembaca dengan lebih segar. Bukan hanya bagi mahasiswa, bagi pembaca umum pun lebih sering mencari bacaan di internet dibandung mencari buku secara langsung. 


Ada banyak manfaat bloging bagi para mahasiswa, yang pasti blog adalah media untuk membuat dan menyebarkan gagasan secara merdeka, tanpa tindakan anarkisme. Blog adalah sarana positif yang memiliki banyak manfaat bagi anak muda yang asli. Asalkan membuat tulisan dan mendoakan para pembaca untuk terus berpikir positif.

Kata Abu, Jangan Jadi Anak Muda Palsu

07:17 0
Air Terjun Maddenge (Camba)
"Berikan aku sepuluh pemuda maka akan kuguncangkan dunia" kutipan kata dari presiden pertama republik Indonesia. Singkat, tegas, dan jelas. Maknanya dalam dan fokus sama pemuda. 

Mengapa harus pemuda? Mengapa bukan pemudi atau pemadam ? *ehh*.
Karena pemuda punya segudang potensi dan segudang kekuatan yang tidak dimiliki orang tua,*sudah pasti lah*. Yang muda, lebih kuat tenaga dari orang tua, tapi belum tentu lebih kuat pengalaman dan pengetahuan. 

"Talk less do more" - artinya kurangi bicara, perbanyak bertindak. Prinsip yang harus dipahami anak muda jaman sekarang. Meskipun sepertinya kata tersebut lebih mirip iklan rokok, tapi prinsip ini sudah banyak dianut dinegara negara lain, alangkah baiknya jika prinsip tersebut juga dikembangkan di negara kita khususnya bagi pemuda. Hal itu sangat berkaitan dengan pepatah produk lokal yang berbunyi "tong kosong nyaring bunyinya" banyak bicara yang tidak ada artinya. 

"Jangan jadi anak muda palsu" kata Abu, artis instagram yang tenar dalam film uang panaik mahar(l) Makassar. Kesannya lucu, tapi jika dipahami dari sudut pandang yang lain itu merupakan motivasi dan semangat bahwa pemuda memang punya segudang kekuatan yang harus terus dipacu, dan menjadikan masalah hidup sebagai landasan pacu agar bisa terbang.
Sebenarnya abu mengatakan hal tersebut untuk memotivasi temannya yang sama sama anak muda. Sebagai anak muda Bugis Makassar mereka tidak boleh patah semangat, berjuang demi apa yang diharapkan. Seperti kata pepatah Bugis Makassar "Sekali layar berkkembang, pantang biduk surut kembali" Artinya ;  Ketika kita sudah merealisasikan tekad/niat Maka, pantang bagi seseorang untuk menyerah (surut kembali). 

Anak muda masih punya tenaga berjalan ke masjid untuk melakukan shalat berjamaah, mengajak orang lain kedalam kebaikan dan bermanfaat dilingkungannya. Setidaknya sebagai pemuda bisa sedikit bedalah dari orang tua yang hanya menuntut kebaikan dari anak anaknya. Dialah yang  menjadi objek untuk menjadi baik. 

Yang muda yang berkreasi, *iklan lagi*.
Jadilah anak muda Asli, Jangan jadi anak muda palsu yang dituduhkan abu. Bukan hanya lumbung harta yang harus dikumpulkan, tapi lumbung pahala juga harus diprioritaskan dari muda.
semangatki anak muda.



























Dibalik Kata “ Santai Saja, ini Hanya Dunia ”

06:47 0
Terlihat seorang anak muda yang sedang asik menikmati harinya.  Da berdiri disana sudah sejam lebih. Mencoret tembok dengan pilox, di tepi jalan yang agak tersembunyi dari keramaian. Meluapkan emosi dari imajinasinya.  Kreatif sekali.  Gambar yang dihasilkan pun bernilai seni tinggi. Sangat jarang ada anak muda yang mempunyai bakat sehebat dirinya. Jika hasil coretan piloxnya itu dikonversikan ke lukisan yang dipasang pada pameran pameran pelukis terkenal, maka itu akan jadi  sangat menarik dan terkesan “mahal”.

Aksi anak muda itu dilakukan disore hari, kala matahari sudah mengeluarkan cahaya orange. Tembok yang menghadap ke barat, (arah kiblat yang dianut masyarakat indonesia), itu berkilau dengan warna dasar kuning. Terbias cahaya orange menyilaukan mata, memancing seorang anak muda lainnya untuk menghampiri.

“Apa yang kamu lakukan disini? Jangan mengotori sembarangan. Kalau mau melukis, di buku gambar sana !” seru anak muda yang baru datang itu.

“Ini kan milik umum, terserah saya mau melukis dimana”. Pembelaan dirinya.

“Santai maki’ saja ces. Dunia ji ini. (santai saja ini hanya dunia), jangan terlalu serius hanya karena mau terlihat hebat”. Seru anak muda itu lagi.

“harusnya kamu yang santai, jangan peringati orang lain kalau kamu juga hanya sibuk mengejar dunia”. Tangkisannya.

Ternyata mereka adalah sahabat yang sedang mengalami masalah. Setelah lulus, masing masing sudah terlalu sibuk dengan aktifitasnya, dengan rutinitasnya dan dengan orang orang baru yang mereka temui yang lebih sibuk dari biasanya.

Dunia memang tempatnya kesibukan, sibuk bekerja, sibuk belajar, sibuk mengurus (menurus anak/istri/suami/keluarga), sibuk beribadah dan sibuk yang lainnya. Dunia terlalu sibuk sampai - sampai membuat banyak manusia lupa bahwa dirinya tidak akan hidup selamanya.

Tapi kita tahu bahwa dibalik kesibukan yang dilakukan seseorang itu semua pasti punya tujuan. Tergantung manusianya, apakah tujuan yang ingin dicapai sementara atau selamanya, tujuannnya dunia atau dunia dan akhirat.

Kembali ke kata “Ini hanya dunia, santai saja!” sebenarnya itu hanya ungkapan untuk para pemburu. Pemburu kemewahan dunia. itu hanya sekedar peringatan bahwa jangan terlalu sibuk dengan tujuan dunia yang belum jelas apakah itu baik atau tidak. Jangan jadi pemburu yang terlalu ganas.  Karena cepat atau lambat nafas tak akan bisa menyatu dengan raga.  Sekuat apapun engkau di masa muda,  pasti akan tiba hari tua yang membuatmu menyesali kekuatan yang tidak dimanfaatkan dengan baik.

 Ada juga yang menyalahartikan ungkapan ini ke hal hal yang menyangkut kegiatan agama . Misalnya orang yang ibadahnya rajin dikatain begitu. Tidak takut dosa? Orang yang seperti itu yang harusnya diperingatkan bahwa dunia hanya sementara.

Ini hanya dunia, dunia akan tetap menjadi dunia tempat orang akan terlena. Jadi hati - hati, dan jangan lupa untuk saling nasehat menasehati dalam menetapi kebenaran dan kesabaran. 

Hutan Kota Maros - Sarana silaturahmi

15:21 0
Maros punya arena olahraga baru yang lebih segar dan lebih mudah dinikmati berbagai kalangan.  Ada beberapa arena untuk merenggangkan otot di tempat yang dijuluki oleh masyarakat sekitar ini sebagai "hutan kota" (forest of the city).  Letaknya yang berdampingan dengan ptb (kawasan wisat kuliner maros)  ini membuatnya lebih strategis untuk dikunjungi saat ada waktu luang.  Misalnya akhir pekan.  Banyak keluarga yang menghabiskan waktunya disini,  sembari menikmati quality timenya.  

Pemerintah setempat mendapat pujian baik dari masyarakat yang suka berolahraga  sambil berwisata kuliner.  Misalnya sore hari,  setelah puas menurunkan kalori dengan berlari mengelilingi kompleks kantor bupati maros,  masyarakat bisa langsung menuju ptb untuk menambah asupan makanan ke perut.  

Begitupun di pagi hari,  jangan khawatir perut anda kosong,  karena banyak di sekitar kawasan hutan kota ini yang menjajakan nasi kuning ataupun bubur hangat yang bisa langsung santap.  

Di siang hari banyak anak muda yang menghabiskan waktunya di tempat ini,  baik mahasiswa,  anak sekolahan,  maupun pekerja.  Banyak yang memanfaatkan meja - meja yang terbuat menyerupai batu ini sebagai tempat diskusi maupun hanya sekedar nongkrong santai.  Karena banyak pohon rindang yang tumbuh,  dimaaatkan juga oleh beberapa penikmat hutan buatan ini menggantung hammock .

Sebenarnya lokasi ini sangat cocok untuk. Masyarakat yang tinggal di Perumahan, selain sebagai arena refreshing dan olahraga,  juga sebagai arena untuk silaturahmi.  Mempertemukan seseorang dengan orang lain yang tinggal sekabupaten dengannya.  Memupuk kembali semangat bermasyarakat serta jiwa sosial yang saat ini mulai luntur di budaya teknologi modern.  
Jangan lupa di seberang hutan kota ini ada masjid besarnya maros.  Kita bisa menggabungkan paket olahraga,  wisata kuliner dan wisata religi di Maros dengan satu kali jalan.  

Puisi - Muhasabah Senja

07:03 2
Masih dengan labirin senja. 

Membawa syahdu dalam bayangan. 

Tenggelam di ufuk tanah yang lapang. 

Terlelap dalam kilau cahaya. 



Masih tersesat di labirin hidup. 

Membawa liku,  pilu dan sendu. 

Tenggelam dalam manisnya buaian. 

Terlelap di uforia yang melenakan. 


Beranjak dari tawa yang dangkal. 

Berjalan dengan tangis yang sakral. 


Menggenggam harap dari sebuah janji. 


Yang terucap sebelum jasad terlahir.


Muhasabah senja. 

Perbaiki diri dengan anggapan. 

Berniat baik dan berharap baik. 

Bermunajat akan rindu sang cinta sejati. 

Syuk.ron 150816.

Jangan Pernah Merasa Menjadi Penguasa

06:58 0

Waktu silih berganti, membawa peradaban memihak kepada penguasa. Penguasa yang selalu mencoba menggali apapun yang dianggapnya bisa memperkuat tahtanya. 


Hai yang merasa hebat dengan pernak pernik yang mengagungkan. Sungguh indah riasanmu, kau sungguh membuat iri orang orang yang melihatmu. Langkahmu yang begitu tegak, wajah menengadah, dada yang dibusungkan dan tepuk langkah kaki dari sepatu bercorak terkenal. Sungguh mewah dan glamour.

Apapun yang terlontar dari lisanmu  begitu manis, seolah itu adalah granat yang harus sesegera mungkin dilemparkan, apabila tidak akan meledak!!! meraib yang seharusnya bisa diselamatkan.

Sayang,
Itu semua hanya sementara, itu semua hanya titipan tuhan. Yang, jika tidak dikembalikan, akan pulang dengan sendirinya. Dengan cara apapun dia akan berusaha kembali kepada pemilik yang sesungguhnya.

Jangan pernah merasa dunia selamanya, karena akan tiba waktu takkan ada yang bisa berkuasa, takkan ada yang bisa memerintah, takkan ada yang bisa dijadikan tameng pelindung.
Semua akan dilakukan sendiri, tanpa ringan tangan dari orang lain, tanpa lap/kanebo yang bisa membuat mengkilap *ini apa?*.

Wewenang, kadang bisa membuat bijaksana, tapi tak jarang membuat bajak-sana sini. Bukan hanya ladang sendiri tapi ladang orang lain kadang dirasa menjadi milik sendiri.





Lejja Soppeng, Wisata Air Panas Sulawesi Selatan

08:14 0
Merdeka !!!
HUT RI yang ke – 71 (temanya : Kerja Nyata). Kerja yang nyata, bukan hanya tong kosong yang nyaring bunyinya. Juga bukan nyanyian pramuka “...sedikit kerjaa, banyak bicara...”
Sumber Mata Air Lejja

Indonesia dengan segala peluh dan lesuh ditimbun kekayaan alam yang maha luas dan besar. Memiliki masyarakat yang hebat nan serakah, Memiliki ulama – ulama besar dan koruptor – koruptor besar.

Cukup sekian intronya.
Ini bukan lagu, tapi sebuah catatan perjalanan di hari kemerdekaan. Perjalanan yang tiba – tiba dan penuh rasa iba. Malam 16/08/16, sepulang kerja pukul 20.00, berencana mengunjungi seorang kawan lama di kostnya. Sembari dagang sosis yang didapat dari cece. Jamil salah seorang pembeli yang setia menunggu. Baru sempat membawanya malam ini, setelah dipesan sudah beberapa hari yang lalu. Sosis yang cukup murah dan meriah Rp. 15.000 untuk 45 batang kecil.

Nyanyian jangkrik, mengawali pertemuan hangat malam ini, sebelumnya tak lupa mengabari Alam yang ternyata baru pulang dari Barru. Seorang kawan lama juga, yang sekarang gentayangan karena mengadu nasib di kota Makassar.

Akhirnya dari pertemuan singkat ini tersimpulkan sebuah tujuan. "Soppeng !". Kampung halaman Alam. Seolah niat yang baik, yang selalu mendapat kemudahan, Tanpa pikir panjang, kami pun bersegera bergegas mempersiapkan diri, tenaga dan harapan serta doa restu dari yang masih sempat memberi restu. Persiapan mendadak yang cukup matang karena akhirnya baru sempat berangkat pukul 22.00 setelah kembali mengajak Halim. Dalam perjalanan sepanjang Maros, Camba, Mallawa, Bone, Soppeng berjejer rapi bendera warna warni yang mngapit bendera merah putih. Malam itu adalah malam persiapan para paskibra untuk mengibarkan bendera pusaka yang setiap setahun sekali dikibarkan. Bendera yang penuh makna dengan para veteran yang berjuang mati matian dan masih sangat antusias saat upacara bendera tiba.

Perjalanan  yang begitu hangat, diiringi lagu lagu kenangan seolah sedang dalam perantauan. Dengan posisi yang nyaman, sesekali kami terlelap dalam alunan suasana alam,  hingga akhirnya kendaraan yang ditumpangi menyenggerkan bannya di depan sebuah rumah panggunng. Suasana sunyi senyap, karena kami tiba pukul 02.00 dinihari. Perjalanan kurang lebih empat jam dari depan Bandara Sultan Hasanuddin.

Rumah Alam yang terletak di Desa Bulue Kecamatan Marioriawa kabupaten Soppeng. Jalan poros, menuju Permandian Air Panas Lejja. Setelah kembali melihat kasur, kami melanjutkan tidur. Tentunya bukan karena kami lelah, karena sepanjang jalan disuguhi dengan alam indah mahakarya sang pencipta. Tapi karena kami harus mempersiapkan diri berpetualang ketika matahari sudah menampakan wajah manisnya.

Suara burung menyampaikan pesan bahwa ini adalah hari kemerdekaan. Menandakan pagi telah menghampiri. Anak muda yang mencoba meresapi apa itu kemerdekaan, kembali melajukan si roda empat yang berjarak kurang lebih 9 km dari lokasi peristirahatan. Setelah memasuki gerbang utama (pembelian karcis) Suasana yang begitu alami akan anda jumpai. Dengan jalan menanjak dan menurun anda diharap berhati hati karena daerah  hutan lindung ini berada di tepi jurang, di sisi lainnya gunung.

Lokasi utama sebuah tempat parkir yang disisinya terdapat warung yang menyewakan ban, menjual souvenir/baju, cemilan serta makanan bagi pengunjung yang tidak membawa bekal. Kolam utama yang ditemui tidak sehangat kolam diatasnya. Letaknya yang  sengaja diatur oleh  pengelolah setempat membuat kolam ini terasa dingin, seperti kolam renang biasa yang  ada di Bantimurung.

→ Pohon Keramat

Belum saatnya bermain air, kami masih ingin mengelilingi tempat ini. Menelusuk sumber air panas langsung dari kawahnya. Mata saya tertarik pada sebuah pohon yang disekelilingnya terdapat botol berisi air. Menurut mitos setempat itu adalah ulah pengunjung yang masih mempercayai bahwa apabila mereka menggantungkan botol berisi air tersebut, mereka mananamkan niat bahwa ketika mereka sukses, mereka akan kembali melepas ikatan botol yang berisi air tadi. Yang pasti kita hanya bisa menggantungkan harapan dan meminta hanya kepada Allah semata.

→ Kolam Air Panas

Tercium bau belerang dari sumber air panas itu. Menurut penjaganya, telur mentah yang dimasukan kedalam air ini selama beberapa menit, maka akan matang dan langsung bisa dinikmati. Sungai yang  terbentuk dari sumber air panas ini mengalir menuju sebuah kolam besar berbentuk oval tak sempurna. Dan saatnya berendam. Baru kali ini mandi di kolam dengan ekspresi aneh seperti mencoba secangkir teh hangat. Mencoba, mencelup, pelan dan meresapi ... Ternyata airnya benar benar hangat. Entah berapa derajat celcius. Yang pastinya ikan gabus yang begitu agresif tidak akan seagresif aslinya ketika memasuki kolam ini, bahkan bisa mati.

Pada kolam air panas Lejja ini, dipercayai oleh masyarakat setempat sebagai obat beberapa penyakit kulit. Serta sangat mujarab untuk membersihkan “daki”. Sebelum kolam ini. terdapat kolam kecil yang airnya dingin untuk membasuh kulit dari hangatnya air alam ini.

Terdapat pula beberapa gazebo yang di tengahnya terdapat kolam untuk merendam kaki . sebagai terapi air panas istilahnya. Terdapat pula beberapa villa bagi pengunjung yang menginap. Juga terdapat sebuah aula besar yang digunakan sebagai tempat pertemuan. Sayang sekali pada saat ketempat ini, ada sebuah kolam besar yang kering, tak terisi air. Hanya nampak keramik yang berkarat dari dasar kolam kering ini.

Kolam Air Panas
Setelah puas menikmati salah satu objek wisata air di Sulawesi Selatan ini akhirnya kami kembali dengan membawa secuil kenangan indah yang tersirat dalam memori. Sebelum pulang, Alam mengajak untuk mengelilingi kampungnya,  kami menyempatkan diri menikmati kelapa muda yang langsung dipetik pohonnya. Membuat sebuah santapan menarik di siang yang terik. mencampur  kelapa muda dengan gula merah dan jeruk nipis membuatnya sedikit lebih berasa. Di sini di desa Bulue, kami merasa sudah seperti desa sendiri dengan keramahan yang disuguhkan.

Like this ya